Senin, 25 Maret 2013

Ekstasi (MDMA) dan Shabu shabu (Methamphetamine)


                                                                     
                                                                 Ekstasi [MDMA]
 

 
Apa itu ekstasi?

MDMA (Methylene Dioxy Meth Amphetamine) atau yang umumnya dikenal sebagai ekstasi memiliki struktur kimia dan pengaruh yang mirip dengan amfetamin dan halusinogen. Ekstasi biasanya berbentuk tablet berwarna dengan disain yang berbeda-beda. Ekstasi bisa juga berbentuk bubuk atau kapsul.

Seperti kebanyakan obat terlarang, tidak ada kontrol yang mengatur kekuatan dan kemurnian salah satu jenis narkoba ini. Bahkan tidak ada jaminan bahwa sebutir ekstasi sepenuhnya berisi ekstasi. Seringkali ekstasi dicampur dengan bahan-bahan berbahaya lainnya.

Nama-nama lain: Dolphin, Black Heart, Gober, Circle K, dll.

Apa saja pengaruh langsung pemakaian ekstasi?

·         Perasaan gembira yang meluap-luap.

·         Perasaan nyaman.

·         Rasa mual.

·         Berkeringat & dehidrasi (kehilangan cairan tubuh).

·         Meningkatnya kedekatan dengan orang lain.

·         Percaya diri meningkat dan rasa malu berkurang.

·         Rahang mengencang dan gigi bergemeletuk.

·         Paranoia, kebingungan.

·         Meningkatnya kecepatan denyut jantung, suhu tubuh dan tekanan darah.

·         Pingsan, jatuh atau kejang-kejang (serangan tiba-tiba).

Apa saja pengaruh jangka panjang pemakaian ekstasi?

Sedikit yang diketahui tentang pengaruh jangka panjang dari pemakaian ekstasi, tetapi kemungkinan kerusakan mental dan psikologis sangat tinggi. Berikut adalah apa saja yang kita sudah tahu:

·         Ekstasi merusak otak dan memperlemah daya ingat.

·         Ekstasi merusak mekanisme di dalam otak yang mengatur daya belajar dan berpikir dengan cepat.

·         Ada bukti bahwa obat ini dapat menyebabkan kerusakan jantung dan hati.

·         Pemakai teratur telah mengakui adanya depresi berat dan telah ada kasus-kasus gangguan kejiwaan.

Ketergantungan
Ada bukti bahwa orang dapat menjadi kecanduan ekstasi secara psikologis. Pemakai mengakui kesulitan mereka untuk berhenti atau mengurangi pemakaian.

Sintesis
Proses untuk produksi MDMA bervariasi sesuai dengan metode sintesis. Dalam literatur ilmiah menjelaskan beberapa puluh resep yang hanya tujuh bersifat subjektif, yang paling sederhana adalah bahwa bagian dari 3,4-methylenedioxyphenyl-2-propanon, produk komersial yang digunakan sebagai penyedap dan bahan untuk pembuatan parfum, . Dari 3,4-methylenedioxyphenyl-2-propanon (MDP2P) dapat diproduksi dengan proses konversi MDMA.
Cara lain adalah dengan mensintesis dari piperonal , isosafrole , dan safrol . Safrol, minyak kuning pucat atau tidak berwarna, merupakan prekursor utama rute sintetis yang paling. Ada beberapa metode sintetik banyak dijelaskan dalam literatur ilmiah untuk mengkonversi safrol menjadi MDMA melalui intermediet yang berbeda, dari yang paling umum adalah MDP2P tersebut. Salah satu cara untuk mencapai ini adalah safrol isomerisasi dengan adanya dasar yang kuat untuk isosafrol, pereaksi oksidasi berikutnya yang akan MDP2P. Metode lain dijelaskan terdiri dari menggunakan proses Wacker untuk mengoksidasi MDP2P safrol langsung menggunakan katalis paladium. Setelah MDP2P yang disintesis, suatu aminasi reduktif mengarah ke MDMA pasti, dengan yield yang relatif tinggi (> 90%). Dalam proses, citra sintetis dari piperonal.

Ini MDMA utama bahan kimia prekursor yang diproduksi di India , Cina , Polandia , Jerman dan negara-negara lainnya yang semakin berkembang. Safrol, suatu minyak esensial , ditemukan di alam sebagai komponen utama minyak sassafras . Minyak Sassafras adalah akar atau kulit pohon albidum Sassafras , dan bagian-bagian kayu yang tumbuh di atas tanah Amerika Selatan pohon Ocotea pretiosa . Safrol juga hadir dalam pala ( Myristica fragrans ), dill ( Anethum graveolens ), biji peterseli ( Petroselinum crispum ), (saffron Crocus sativus ) benih dan vanili ( Vanilla spp.). Oleh karena itu, jika paten MDMA terus berlaku saat ini dapat dipasarkan sebagai bahan alami atau semi-alami.




                                                         Shabu-Shabu [methamphetamine]

Sabu-sabu nama aslinya methamphetamine. Berbentuk kristal seperti gula atau bumbu penyedap masakan. Jenisnya antara lain yaitu gold river, coconut dan kristal. Sekarang ada yang berbentuk tablet.Obat ini dapat di temukan dalam bentuk kristal dan obat ini tidak mempunyai warna maupaun bau, maka ia di sebut dengan kata lain yaitu Ice. Obat ini juga mempunyai pengaruh yang kuat terhadap syaraf. Pemakai shabu-shabu akan selalu bergantung pada obat bius itu dan akan terus berlangsung lama, bahkan bisa mengalami sakit jantung atau bahkan kematian.Shabu-shabu juga di kenal dengan julukan lain seperti : Glass, Quartz, Hirropon, Ice Cream. Dikonsumsi dengan cara membakarnya di


atas aluminium foil sehingga mengalir dari ujung satu ke arah ujung yang lain. Kemudian asap yang ditimbulkannya dihirup dengan sebuah Bong (sejenis pipa yang didalamnya berisi air). Air Bong tersebut berfungsi sebagai filter karena asap tersaring pada waktu melewati air tersebut. Ada sebagian pemakai yang memilih membakar Sabu dengan pipa kaca karena takut efek jangka panjang yang mungkin ditimbulkan aluminium foil yang terhirup.

Efek yang ditimbulkan :

1. Menjadi bersemangat

2. Gelisah dan tidak bisa diam

3. Tidak bisa tidur

4. Tidak bisa makan

5. Jangka panjang: fungsi otak terganggu dan bisa berakhir dengan kegilaan.

6. Paranoid

7. Lever terganggu

Gejala pecandu yang putus obat:

1. Cepat marah

2. Tidak tenang

3. Cepat lelah

4. Tidak bersemangat/ingin tidur terus



Sumber : shabu-shabu merupakan alkaloid yang didapatkan dari tanaman belukar Erythroxylon coca, yang berasal dari Amerika Selatan. Sabu-sabu juga bisa berupa hasil sintesa dari Amphetamine. Sabu-sabu dapat dibuat dengan cara Kondensasi Phenylacetone dan Methylamine atau Hidrogenisasi Ephedrine atau Pseudoephedrine.

Cara mengidentifikasi :

1. Penambahan Pereaksi Marquis (formaldehid + H2SO4 pekat) : Berwarna merah kemudian coklat dan lama-lama menjadi hijau zaitun

 Sintesis