Indol adalah
suatu senyawa organik yang berupa aromatik heterosiklik. Indol memilikistruktur
bisiklik yang terdiri dari cincin benzena dan cincin segi lima yang terdiri
darinitrogen serta cincin pyrrole. Indol merupakan senyawa yang banyak dipakai
sebagai precursor dalam sintesis di bidang farmasi.
Indol
dikenalsebagai komponen dalam parfum atau wewangian dan dapat menjadi perkrusor
untuk senyawa senyawa farmasetis.
Indol diambil dari bahasa inggris “Indigo” dan “Oleum” karena indol pertama
kali diisolasidalam perlakuan cat warna “Indigo”
.Indol berbentuk padat pada suhu ruangan.
Indoldapat dibentuk oleh bakteri sebagai bahan degradasidari asam amino
tryptophan. Senyawa indol dapatmengalami substitusi electron. Indol yang
telahmengalami substitusi electron merupakan bagian daristruktur derivate
tryptophan alkaloid sepertineurotransmitter di otak serotonin dan melatonin.Senyawa lain yang termasuk dalam golongan indol adalah hormon
pertumbuhan auksin yang terdapatpada tumbuhan, salah satu antibiotic
indometasin dan halusinogen dimetiltriptamin.
Prinsip percobaan
Sintesis
indol dari keton dinamakan sintesis Fischer, sesuai nama penemunya. Sintesis
indol dari keton ataupun aldehid ini melibatkan reaksi siklik pada akhirnya,
dan ada tahapan dimana gugus karbonil mengalami adisi dari amina primer dan
sekunder masing-masing membentuk imina dan enamina. Kemudian, penambahan asam
berlebih menjadikannya aminoasetal yang lebih stabil ketika membentuk siklik
indol.
Pembuatan
Kristal fenilhidrazin
Pertama kali
disiapkan Kristal asetofenon 2.4 dinitrofenilhidrazon dengan melarutkan 0,007
mol asetofenon dan 0,007 mol 2,4 dinitrofenilhidrazon dalam etanol hangat yang
mengandung asam asetat glasial selama 15 menit (untuk produk 1,2,3,4
tetrahidrokarbazol digunakan 0,025 sikloheksanon dan 0,025 2,4
dinitrofenilhidrazon). Kemudian, pembentukan Kristal diinduksi dengan
didinginkan sampai suhu kamar baru kemudian diletakkan dalam penangas es dan
dinding gelas kimia digesek dengan batang pengaduk. Produk disaring dan
direkristalisasi dengan etanol dan direkristalisasi dengan etanol untuk reagen
asetofenon dan methanol untuk reagen sikloheksanon.
Kristal indol
Kristal yang
terbentuk dipakai untuk sintesis berikutnya menggunakan asam polifosfat. Asam
polifosfat terlebih dahulu dipanaskan sampai suhunya mencapai 1000C,
baru kemudian setelah api disingkirkan, Kristal tadi dimasukkan perlahan-lahan
pada suhu yang masih tinggi sambil diaduk. Setelah semua Kristal dimasukkan, 50
mL air dingin kemudian ditambahkan, Kristal indol memisah sebagai Kristal
putih. setelah semua asam polifosfat melarut dalam air, Kristal 2-fenil indol disaring
Buchner.
Hasil dan pembahasan
Ketika
asetofenon ditambahkan dengan nitrofenilhidrazin, diperlukan asam asetat
glasial dalam pelarut etonol, ini menyebabkan protonasi pada oksigen karbonil
dan lepas sebagai gugus H2O. Etanol diperlukan sebagai pelarut untuk
memudahkan gugus H2O lepas, karena sifatnya yang polar. Kemudian,
larutan dihangatkan untuk memberikan energi pada pembentukan rangkap C-N
menggantikan gugus karbonil yang tadi. Sedangkan pendinginan dalam penangas es
berguna untuk memperkecil kelarutannya dalam etanol dan menjadikannya Kristal
2,4 dinitrofenilhidrazon. Bila belum terbentuk juga Kristal, bagian dalam dapat
digesek untuk mempercepat terbentuknya inti Kristal di dalam gelas kimia
tersebut. Produk kemudian dikristalisasi dengan etanol dan Kristal yang
terbentuk disaring kembali dengan corong Buchner. Akan tetapi, dalam percobaan,
hanya sedikit sekali Kristal yang dapat disaring, sehingga tidak dapat disaring
dengan corong Buchner. Hal ini mungkin disebabkan karena kurang optimalnya keadaan
reaksi dan masih ada Kristal yang terlarut di dalam campuran berwarna merah
antara asetofenon dengan nitrofenilhidrazin.
Kemudian,
Kristal 2,4 dinitrofenilhidrazon yang terbentuk direaksikan dengan asam yang
lebih kuat dibanding asam asetat glasial, yaitu asam polifosfat. Ketika suatu
senyawa fenilhidrazon direaksikan dengan suatu asam, nitrogen yang berikatan
rangkap dengan karbon bertindak sebagai nukleofil menyerang proton pada karbon
beta, dan terjadi penataan ulang pada ikatan rangkap, mulanya pada nitrogen dan
karbon, kini menjadi ikatan rangkap C-C. Ketika karbon rangkap menjadi
nukleofil menyerang benzene, terjadi penataan ulang kembali, menjadikan
nitrogen yang satunya lagi menjadi rangkap dengan benzene, menyerang kembali
karbon yang sebelumnya rangkap, terbentuk aminoasetal. Aminoasetal dalam
kondisi dipanaskan akan lebih stabil melepaskan NH3(g), terbentuklah
senyawa turunan indol yang diinginkan. Ketika ditambahkan air, indol yang
merupakan senyawa yang memiliki sifat basa sangat lemah, tidak mampu bereaksi
asam-basa dengan air dan melarut, sehingga kristal indol akan segera terbentuk
ketika air dimasukkan ke larutan. Sedang kristal indol tidak melarut, asam
polifosfat yang sangat polar kemudian melarut dalam air, membuatnya terpisah dengan
kristal indol.
Mekansime
dan kondisi yang serupa diterapkan pada sintesis 1,2,3,4 tetrahidrokarbazol
menggunakan reagen sikloheksanon. Ada beberapa kesalahan yang terjadi ketika
menyintesis kristal indolnya yaitu, ketika asam polifosfat disiapkan, tidak
digunakan perbandingan dengan reagen yang ada, akan tetapi menambahkannya
sesuai dengan yang ada di modul, sehingga berat rendemen sangat dipengaruhi
oleh berat pengotor yang terbawa dalam kristal tersebut. Sedangkan untuk
kristal yang pertama, galat titik lelehnya besar yang mungkin dikarenakan belum
murninya kristal indol, masih mengandung pelarut etanol sehingga titik lelehnya
lebih kecil. Kedua uji yaitu titik leleh dan rendemen ternyata masih belum
merepresentasikan kristal indol murni yang didapat.
Setelah uji
titik leleh, selanjutnya dilakukan dengan uji kelarutannya dalam air, asam
klorida dan asam sulfat. Kedua indol melarut baik di dalam asam sulfat, kurang
baik di asam klorida, dan tidak larut di dalam air. Seperti yang telah dibahas
bahwa indol merupakan senyawa basa lemah yang hanya dapat bereaksi membentuk
garam ketika direaksikan dengan asam kuat saja, yaitu asam sulfat. Ketika garam
terbentuk, senyawanya akan larut baik di dalam larutan.
Mekanisme sintesis senyawa turunan fenil indol
Kristal 2,4 dinitrofenilhidrazon
Kristal indol
Mekanisme sintesis 1,2,3,4 tetrahidrokarbazol
Kristal sikloheksanon 2,4 dinitrofenilhidrazon
Kristal 1,2,3,4 tetrahidrokarbazol
A. Sintesis
2-Fenilindol
Berat aseton
2,4-dinitrofenilhidrazon
= 0.082 gr
Titik leleh
2,4-dinitrofenilhidrazon
= 115 oC
Berat
2-fenilindol (dari 0.032 gram 2,4-dinitrofenil hidrazon) = 0.019 gr
Titik leleh
2-fenilindol
= 110 oC
B. Sintesis
1,2,3,4-tetrahidrokarbazol
Berat
sikloheksanon 2,4-dinitrofenilhidrazon
= 1.25 gr
Titik
leleh 2,4-dinitrofenilhidrazon
= 130 oC
Berat
1,2,3,4-tetrahidrokarbazol (dari 0,634 gram hidrazon) = 0.659 gr
Titik leleh
1,2,3,4
tetrahidrokarbazol
= 119 oC
PENGOLAHAN
DATA
A. Senyawa
turunan 2-Fenilindol
Mol hidrazon
= mol indol
Massa indol
teoretis = 0,029 gram
Rendemen =
Galat titik
leleh :
B. Senyawa
1,2,3,4-tetrahidrokarbazol
Mol hidrazon
= mol indol
Massa indol
teoretis = 0,603
Rendemen =
Galat titik
leleh :
Kesimpulan
Rendemen
indol dari turunan 2-fenil indol yaitu 41,80 %
Rendemen
indol dari 1,2,3,4 tetrahidrokarbazol yaitu 109,2%
Kedua hasil tidak merepresentasikan kristal indol
murni, karena mesih mengandung zat pengotor lain ataupun pelarut. Dari uji
kelarutan, indol dapat larut baik dalam asam sulfat, kurang larut dalam asam
klorida, dan tidak larut dalam air.
Buat teman-teman yang udah baca artikel Saya terimakasih ya atas waktunya. Oh ya apa saja sih yangg terdapat di dalam golongan indol ?
Dan apa aja contoh yang mengandung indol di lingkungan sekitar kita ?
Bantu jawab yaa . Tq:D
Dan apa aja contoh yang mengandung indol di lingkungan sekitar kita ?
Bantu jawab yaa . Tq:D

Saya akan mencoba menjawab. Menurut saya yang terdapat dalam senyawa indol yaitu degradasidari asam amino tryptophan dan bagian dari struktur derivate tryptophan alkaloid seperti neurotransmitter di otak serotonin dan melatonin.Senyawa lain yang termasuk dalam golongan indol adalah hormon pertumbuhan auksin yang terdapat pada tumbuhan, salah satu antibiotic indometasin dan halusinogen dimetiltriptamin.
BalasHapusContoh dalam kehidupan yaitu dapat digunakan sebagai bahan pembuatan parfum
Golongan Indola:
BalasHapuso Tryptamines: serotonin, DMT, 5-MeO-DMT, bufotenine, psilocybin
o Ergolines (alkaloid-alkaloid dari ergot ): ergine, ergotamine, lysergic acid
o Beta-carboline: harmine, harmaline, tetrahydroharmine
o Yohimbans: reserpine, yohimbine
o Alkaloid Vinca: vinblastine, vincristine
o Alkaloid Kratom (Mitragyna speciosa): mitragynine, 7- hydroxymitragynine
o Alkaloid Tabernanthe iboga: ibogaine, voacangine, coronaridine
o Alkaloid Strychnos nux-vomica: strychnine, brucine